PANDUAN / 02
Cara menyusun kronologi dan menghubungkan bukti
Kronologi yang baik membantu pembaca mengikuti urutan kejadian tanpa menebak.
Mulai dari urutan waktu
Tulis satu peristiwa per baris. Gunakan tanggal yang tercatat pada bukti. Jika waktu tepat tidak diketahui, tandai sebagai belum diketahui atau perkiraan dan jelaskan sumbernya. Jangan membuat tanggal hanya agar tabel terlihat lengkap.
Hubungkan catatan dengan berkas
Beri dokumen kode sederhana seperti D01 dan D02. Tuliskan kode itu di baris kronologi yang relevan. Simpan daftar kode di samping kronologi agar pembaca dapat menemukan bukti tanpa membuka semua file.
| Urutan | Catatan peristiwa | Sumber |
|---|---|---|
| 1 | Dokumen diterima; tanggal mengikuti email | D01 — salinan email |
| 2 | Permintaan kelengkapan diterima | D02 — surat permintaan |
| 3 | Salinan tambahan dikirim | D03 — bukti kirim |
Pisahkan pengamatan dan kesimpulan
Catat apa yang terjadi dan sumber yang mendukungnya. Hindari menuliskan dugaan sebagai fakta. Jika dua dokumen memuat tanggal berbeda, tuliskan perbedaannya dan rencanakan klarifikasi, bukan mengubah bukti asli.
Periksa konsistensi
Baca kronologi dari awal hingga akhir. Pastikan kode dokumen tidak tertukar, peristiwa tidak tercatat dua kali, dan istilah digunakan secara konsisten. Simpan versi bertanggal setiap kali ada perubahan penting.
Lanjutkan dengan pengarsipan digital untuk menjaga hubungan antara catatan dan bukti.